0








Habbatussauda merupakan tanaman yang memiliki banyak sekali manfaat. Di negeri kita ia biasa disebut dengan istilah jinten hitam. Meski bukan tanaman asli Indonesia, keberadaan Habbatussauda kini semakin diterima sebagai salah satu herbal yang memiliki khasiat mujarab.

Kehebatan Habbatussauda ini telah dinyatakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam, yang memberitakan bahwa di dalam Habbatussauda terkandung obat bagi segala penyakit kecuali kematian.

Disebutkan oleh Imam Al-Bukhari (hadits no. 5687), beliau meriwayatkan hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa dia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, artinya:

“Sesungguhnya di dalam Habbatussauda terkandung obat untuk segala penyakit, kecuali as-sam.” Aku bertanya, “Apakah as-sam itu?” Beliau menjawab, “Maut.”

Di dalam riwayat Muslim (no. 2215) disebutkan:

“Tidak ada satupun penyakit melainkan di dalam Habbatussauda terdapat kesembuhan baginya, kecuali kematian.”

Habbatussauda termasuk tanaman bunga Fennel dari keluarga Buttercup (Ranunculaceae). Menurut sejarah tanaman herbal ini berasal dari perbatasan laut Mediterania dan anak benua India, yang awalnya ditemukan di pemakaman Tuthankhamen, Mesir. Kini Habbatussauda telah tersebar ke banyak wilayah dunia seperti jazirah Arab (Yaman, Saudi Arabia), Siria, Irak, sebagian Asia Tengah (India, Pakistan), negara-negara Laut Tengah (Yunani, Siprus) dan Amerika.

Biji yang Diberkahi

Biji Habbatussauda berbentuk kecil dan berserabut, panjangnya antara 1-2 mm, berwarna hitam, berbentuk trigonal dan tampak seperti bola api bila dilihat dengan mikroskop. Ia memiliki rasa yang kuat dan pedas.

Karena memiliki khasiat yang luar biasa, beberapa negara menyebut Habbatussauda sebagai Habbatul Barokah (blessed seed / biji yang diberkahi). Ia dianggap sebagai salah satu jenis obat terbaik sepanjang zaman untuk mengatasi berbagai masalah yang berhubungan dengan kesehatan, diantaranya sakit pernafasan, penyakit kulit, sakit perut dan usus, ginjal dan fungsi hati, peredaran darah dan kekebalan tubuh, menghasilkan kulit wajah yang cerah, mengobati batuk dan asma, kencing manis, rambut rontok, tekanan darah tinggi, susah tidur, sakit otot dan sendi, rasa mual dan muntah, menurunkan kolesterol, pengobatan diabetes militus, merawat batu ginjal serta untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan secara umum.

Komposisi zat-zat kimia alami (natural biochemical substaances) yang terkandung dalam biji habbatussauda secara umum terdiri dari 40 % minyak konstan (fatty oil contents), 1,5 % minyak ensensial (esential oil contents), 15 asam amino (alanine, arginine, isoleucine, lysine, tryptophane, thyrosine, threonine, asparagine, cystine, glycine, glutamic acid, metionine, dan proline), ion kalsium (Ca2+), zat besi (Fe2+), ion sodium (Na+), dan potasium (K+). Sedangkan kandungan utama pada biji Habbatussauda adalah Thymoquinone (TQ), Dithymoquinone (DTQ), dan Thymol (THY).

Habbatussauda juga memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi, seperti protein, lemak, karbohidrat, thiamin, riboflavine, pyridoxine, niacine, folacine, kalsium, zat besi, seng, dan fosfor.

Biji Habbatussauda secara tradisional dimanfaatkan dalam bentuk serbuk dengan cara ditumbuk atau digiling. Namun seiring perkembangan zaman, kini telah tersedia Habbatussauda dalam bentuk minyak yang merupakan ekstraksi dari biji Habbatussauda.

Habbatussauda sangat baik untuk membantu memperkuat metabolisme, pencernaan dan menurunkan tingkat kadar gula dalam darah. Dalam masalah pencernaan, Habbatussauda membantu merangsang cairan empedu dan mendorong sirkulasi darah, melawan cacing dan parasit pada saluran usus. Menurut Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, Habbatussauda bisa untuk mengobati 50 jenis penyakit tanpa menimbulkan efek samping.

Dalam buku Habbatussauda Thibbun Nabawy untuk Mencegah dan Mengobati Berbagai Penyakit, dr. Hendrik M. Kes menyebutkan, dari berbagai penelitian yang dilakukan terhadap Habbatussauda dapat diketahui bahwa ekstrak minyak Habbatussauda memiliki banyak sekali khasiat, diantaranya untuk mencegah turunnya Haemoglobine (Hb) dan jumlah Lekosit, mencegah kerusakan pada hati, darah, dan ginjal akibat pemberian obat-obatan kanker, sebagai antioksidan, untuk mengobati sirosis hepatitis, dan sebagai anti hepertensi (sebanding dengan diuretik dan ca-blocker). Juga berkhasiat sebagai anti diabetes mellitus, sebagai anti kolesterol, anti kanker payudara, kanker usus besar, paru-paru, hati, dan prostate. Sebagai anti tumor, anti kanker darah (leukimia), untuk meningkatkan kekebalan tubuh, sebagai anti histamin, anti inflamasi (peradangan), sebagai anti biotik (baik untuk bakteri gram positif maupun negatif), sebagai anti virus, anti jamur, anti cacingan, menghambat aktivitas infeksi virus AIDS, sebagai anti flu, anti pilek dan hidung tersumbat (rhinitis).

Juga sebagai anti nyeri, anti infeksi saluran kemih, anti peradangan di rongga pelvis (panggul), sebagai pengobatan neuro imunune apendicitis, sebagai anti depresi, sebagai anti panik, anti rematik, anti osteoporosis, sebagai anti asma, anti bronkitis, anti bisa hewan seperti ular, kalajengking, laba-laba, kucing, anjing, kelinci, dan monyet. Dapat juga sebagai anti stroke, sebagai anti kejang, anti epilepsi, anti sakit maag, sebagai obat pencahar, untuk mempercepat proses pembekuan darah, sebagai suplemen tubuh, dan lain-lain.

Aman Sebagai Obat

Mengutip hasil penelitian Tissera et al yang dilakukan pada tahun 1996, dr. Hendrik M. Kes juga menyebutkan bahwa Habbatussauda tidak menimbulkan efek keracunan, efek samping yang serius bagi tubuh, atau bahkan kematian.

Juga dilaporkan tidak ditemukan adanya kejadian ketergantungan pemakaian zat/obat (adiksi), interaksi antar penggunaan obat (baik obat-obatan herbal maupun kimiawi sintetik/konvensional lainnya), timbulnya kelainan cacat bawaan (komplikasi teratogenik), dan timbulnya keganasan (komplikasi karsinogenik) pada tubuh.

Dosis Habbatussauda

Untuk memelihara kesehatan atau pengobatan penyakit ringan, dosis atau aturan minum Habbatussauda adalah 40-80 mg/kg berat badan per hari untuk sediaan bubuk atau 2-3 x ½-1 sendok teh setiap hari untuk sediaan cair (-+ 2,5 – 5 ml).

Untuk penyakit yang tergolong sedang diberikan dengan dosis 100 – 200 mg/kg berat badan atau 3-4 x ½ sampai 1 sendok teh per hari untuk sediaan cair. Sedang untuk penyakit berat dosisnya 200-300 mg/kg berat badan atau 4-5 x ½ sampai 1 sendok teh per hari untuk sediaan cair. Semua dosis tersebut bisa dibagi dalam 3-5 kali minum dalam sehari.

Kombinasi Habbatussauda dengan minyak zaitun dan madu akan makin efektif dalam mengobati penyakit, dengan dosis masing-masing 3 kali ½ sampai dengan 1 sendok teh.



Dikirim pada 21 Agustus 2011 di Uncategories
17 Agu


SEJARAH BEKAM
• Istilah bekam berasal dari bahasa melayu (yang diadaptasi juga dalam Bahasa Indonesia), yang berarti melepas (membuang) darah kotor (toksin) dan / atau angin dari badan.



• Dari Ibnu Umar, r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda:



”Tidaklah aku melalui satu dari langit-langit yang ada melainkan para Malaikat mengatakan, ”Hai Muhammad, perintahkan umatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist (cendana india) dan syuniz (jintan hitam)”.



• Menggambarkan pentingnya bekam, ulama terkemuka dari Kairo, Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi menyatakan, ”Kalau suatu negara kefakiman ahli bekam, niscaya kebinasaan mengancam, yang berarti pula mereka menyerahkan dirinya kepada kebinasaan. Padahal Tuhan yang menurunkan penyakit, Dia juga menurunkan obatnya dan Ia membimbing umat manusia untuk menggunakan obat tersebut”.



• Hal yang perlu dicermati, adalah bahwa Rasulullah SAW (dalam berbagai rekaman hadistnya) tidak pernah menanyakan balik tentang apa dan bagaimana melakukan bekam tersebut, sehingga dapat diartikan bahwa bekam sudah merupakan jenis pengobatan yang lazim (tidak asing) pada masa itu. Menurut data sejarah, pada 1550 SM, masyarakat Mesir kuno sudah mengenal bekam. Demikian pula dengan Yunani Kuno (413 SM). Rasulullah SAW memberikan kesempurnaan pada bekam dengan menunjukkan titik-titik yang sangat efektif dan efisien untuk pengobatan, yang kemudian dikenal sebagai titik-titik hijamah.-



• Ahmad bin Muhammad meriwayatkan dari Abu Muhammad bin Khalid, dari Abdullah bin Bukair, dari Zurarah bin A’yan, dari Abu Ja’far al Baqir yang berkata, “Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa bekam di bagian kepala akan menyembuhkan semua penyakit kecuali racun (yang dimaksud racun/as sam di sini adalah kematian)”. Dari Ibnu Abbas mengatakan bahwa Nabi SAW berbekam pada kepalanya yang sering pusing-pusing…. (HR. Bukhari). Di dalam hadits lain termuat: “Lakukanlah olehmu berbekam pada rongga kuduk, karena menyembuhkan tujuh puluh dua penyakit”. Segolongan dari mereka menganggapnya baik dan mengatakan bahwa hal itu bermanfaat terhadap penyembuhan masalah bola mata (konjungsi), kelebatan alis, dan kelebatan bulu mata, disamping bermanfaat pula terhadap kotoran kelopak mata. Sehingga tolok ukur utama hasil setelah berbekam adalah: mempertajam penglihatan (bahkan menormalkan bagi yang bermasalah mata), mencerdaskan otak dan membuat badan terasa ringan (karena peredaran darah lancar).




Dikirim pada 17 Agustus 2011 di Uncategories
Awal « 1 » Akhir
Profile

Aq... Aku adalah aku... Krn aq td dpt diganti oleh selain aku. Meskipun ada yg menyamai seperti aku. Tp...tdk ada yg bisa menjadi seperti aku. Kecuali oleh yang menciptakan ku. Aku adlh aku. Meskipun diriku berubah karena waktu. Namun akhirnya... Aku akan kembali pd asal mula ku Oleh Sang Penguasa Waktu. Aku adlh aku Tidak akan ada yang bisa merubahnya selain aku Atas izin TUHAN ku Segala prilaku Segala tingkah polah Segala keunikan Segala kekurangan Yg ada pada diriku Itulah... "aku Yg diciptakan oleh TUHAN ku Karena Tuhan ku "Asma terbagus...Tulisan Terindah...Ungkapan Yg Paling Jujur...dan Kata Yang Paling Berharga Dlm Hidup Ku More About me

Page
Categories
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 121.180 kali


connect with ABATASA